Selasa, 13 Desember 2011

Sekadar Berbagi

Musik tampaknya takkan bisa lepas dari diri ini. Ya, Saya mungkin sangat menyukai hal ini, karena sudah terbiasa bersamanya sejak kecil, tepatnya sejak usia 9 tahun. Di usia tersebut pertamakali Saya diperkenalkan dengan alat musik bernama Electone. Sejenis Piano dengan 2 level. Level atas untuk dimainkan tangan kanan dan level yang bawah untuk tangan kiri. Di bagian kaki terdapat dua jenis pedal. Sebuah pedal berada di sebelah kanan, yang jika diinjak berguna untuk mengatur besar kecilnya suara. Di bagian lainnya terdapat beberapa belas pedal dengan tangga nada mirip dengan tuts piano. Sejak saat itu Saya mulai mengenal not balok, cleft, irama, nada, dan hal-hal sejenis lainnya. Sayang, instrumen pertama yang saya miliki itu kini sudah rusak, tak bisa lagi dimainkan meski sudah berkali-kali diperbaiki. Tapi alhamdulillah jasadnya masih ada di depan kamarku dan masih berdiri tegak dan masih terawat dengan baik.

Selain bermusik, ternyata kedua orangtua Saya menemukan bakat lain dalam diri anak bungsunya ini. Bakat itu mungkin terlihat dari apa yang sering Saya lakukan, yaitu "bernyanyi di kamar mandi." Sesungguhnya itu hanya bentuk "plagiat" dari apa yang sering dicontohkan oleh kedua kakak Saya. (Hihi ^^) Suatu hari, ibunda memanggil Saya untuk datang ke kamarnya. Ia membacakan isi sebuah koran yang menyatakan bahwa ada suatu production house yang akan mengadakan lomba menyanyi untuk anak-anak. Awalnya agak takut, tapi ternyata ibunda meyakikan Saya untuk mencoba. Akhirnya Saya pun ikut.


Saat itu kali pertama Saya mengikuti lomba bernyanyi. Badan keringat dingin, batuk-batuk, pikiran tak menentu, itulah perasaan yang Saya alami sepanjang perjalanan menuju tempat lomba hingga detik-detik penampilan di panggung. Namun tak disangka, kali pertama itu membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Lagu "Bunda" yang Saya bawakan ternyata cukup difavoritkan oleh para juri sehingga Saya mendapatkan piala pertama Saya dengan predikat "Juara 3." Sangat senang tak terkira.

Kemenangan kali itu menjadi titik permulaan bagi dunia permusikan Saya. Suatu hari, sebuah stasiun televisi menawarkan Saya untuk menjadi bintang tamu di acara musik anak-anak kala itu. Saya pun menerima dan akhirnya mengikuti syuting yang langsung disiarkan beberapa hari kemudian. Penampilan di televisi itu tidak diberitahukan kepada sanak saudara. Namun, tak lama setelah tayang, beberapa saudara menghubungi orangtua Saya dan menanyakan tentang kemunculan Saya di stasiun televisi tersebut. (Tersebar juga, ternyata. hihi ^^)

Tahun berikutnya Saya mengikuti kembali lomba lainnya dengan cakupan yang lebih luas. Kali ini Festival menyanyi tingkat nasional. Awalnya agak pesimis. Karena dengan pengalaman yang sedikit itu, rasanya agak sulit menembus kancah "nasional" itu. Ternyata, tak disangka-sangka, tim juri menjadikan Saya salah satu penyanyi favorit mereka dengan menempatkan Saya pada posisi pertama. Alhamdulillah.. (Sujud Syukur (^_^)b)

Sejak saat itu, Saya yang sedang mengagumi kedahsyatan suara Siti Nurhaliza (sampai saat ini pun juga) bertekad untuk terus melanjutkan karir di bidang permusikan, khususnya tarik suara hingga suatu saat nanti bisa berduet dengannya. Namun karena berbagai aktivitas sejak masuk SMP, SMA, dan akhirnya kuliah, niat itu belum dapat terlaksana. Tapi Saya masih bercita-cita, siapa tahu suatu saat bisa bertemu dan bernyanyi bersama idola Saya yang satu itu. ^^

Bersyukur sekarang Saya masih berkesempatan melanjutkan karir musik Saya di orkestra Kampus, OSUI Mahawaditra. Meski tak seperti angan-angan (bermain sebagai pianis di sebuah orkestra), tapi menjadi seorang Violis di orkestra ini adalah hal yang sangat menakjubkan, karena pasti ada banyak hal yang terjadi dan menjadi pelajaran sekaligus kenangan indah.


Tetap semangat bermusik, Teman-teman!

3 komentar:

Hardiani Andaningrum mengatakan...

ANDIIIII KEREN ABIIIISSSS HUEEEE ternyata Andi diberkahi kemampuan yang hebat yaaa *terharu*

timpanitimp mengatakan...

Andi.. .electone saya juga ada loh di rumah dan masih bisa berbunyi hehehehe... trus emang setiap mau nyanyi batuk2 ya? ;) just asking...
be good... keep up the good work, cheers...

ADYTHA MUTIAH mengatakan...

Terimakasih, anda, Mas Bowie. (^_^)b Hanya berbagi sedikit pengalaman saja, siapa tahu bermanfaat. hihi (^_^)


Iya, Mas, memang pasti batuk2 dulu. Tapi bukan radang seperti kemarin, Mas. Hihi ^^